Padang | redaksisatu.id Medan – Organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat kian mempertegas kiprahnya dalam membangun kesadaran politik publik dan memperkuat partisipasi rakyat dalam kehidupan berbangsa. Hal itu ditandai dengan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Sumatera Barat yang digelar di The Axana Hotel Padang, Sabtu (1/11/2025).
Acara pelantikan itu juga dirangkai dengan Dialog Kebangsaan Vox Populi Suara Rakyat bertema “Rakyat sebagai Kekuatan Inti Perubahan”, menghadirkan tokoh inspiratif Gerakan Rakyat, Anies Baswedan, Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat Sahrin Hamid, serta Ketua DPW Gerakan Rakyat Sumbar Rita Widyawati, S.H. Dialog tersebut dimoderatori oleh Nof Erika, S.Hi.
Sahrin Hamid: Gerakan Rakyat Hadir di 38 Provinsi
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat Sahrin Hamid mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya kini telah memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia.
“Gerakan Rakyat saat ini telah memiliki kepengurusan di 38 provinsi dan 475 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) di seluruh Indonesia,” ujar Sahrin. Ia menegaskan bahwa fokus utama organisasi bukan untuk menjadi partai politik, melainkan membangun kesadaran politik di tengah masyarakat.

“Orientasi kami bukan sekadar politik kekuasaan. Kami lebih menekankan pendidikan politik, pembentukan struktur, dan aktivitas yang membangkitkan kesadaran publik,” jelasnya.
Menurut Sahrin, keberadaan Gerakan Rakyat di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya ikut mengawal perencanaan dan pelaksanaan kebijakan negara agar lebih berpihak pada rakyat.
“Kami ingin memastikan bahwa semua rencana negara dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Rita Widyawati: Bangun Struktur dan Program Nyata di Sumbar
Sementara itu, Ketua DPW Gerakan Rakyat Sumbar Rita Widyawati, S.H. menegaskan komitmennya untuk memperluas jaringan dan memperkuat program kerja organisasi di Ranah Minang.
“Visi kami adalah memastikan Gerakan Rakyat hadir hingga ke akar rumput dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Rita.
Ia menjelaskan, DPW Gerakan Rakyat Sumbar telah membentuk 23 departemen tematik, mulai dari pertanian, kesehatan, pendidikan hingga perdagangan.
“Departemen ini dibentuk untuk menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor. Dengan struktur yang kuat, program-program pemberdayaan akan berjalan lebih berkelanjutan,” katanya.
Anies Baswedan: Gerakan Rakyat Harus Menjadi Penyeimbang Demokrasi
Dalam kesempatan yang sama, Anies Baswedan memberikan pesan mendalam tentang jati diri dan tanggung jawab moral organisasi masyarakat. Ia menekankan bahwa Gerakan Rakyat harus menjadi wadah perjuangan untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi.
“Gerakan ini bukan tempat mencari keuntungan, tetapi tempat yang memberi keuntungan bagi rakyat,” tegas Anies.
Anies juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin internal agar organisasi tetap bersih dan kredibel.
“Kalau ada anggota yang melanggar, maka organisasi sendiri harus berani menertibkan. Dengan begitu, perbaikan bisa berjalan dari dalam tanpa harus menunggu koreksi dari luar,” tambahnya.
Menurut Anies, keberadaan Gerakan Rakyat harus menjadi penyeimbang dalam demokrasi serta pengawal arah kebangsaan.
“Semua harus dilakukan secara konstitusional. Dengan cara itu, Gerakan Rakyat dapat menjaga marwah dan arah demokrasi republik ini,” tutupnya.
Pelantikan DPW Gerakan Rakyat Sumbar ini menandai langkah baru bagi organisasi tersebut dalam memperluas jejaring dan memperkuat gerakan rakyat di daerah. Semangat perubahan yang diusung diharapkan menjadi inspirasi bagi munculnya kesadaran politik baru di tengah masyarakat Sumatera Barat dan Indonesia secara keseluruhan. ( Edi.A )

