Medan I Redaksisatu.Id Medan – Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) sekaligus Ketua Forum Diskusi Pemikir Karo, Roy Fachraby Ginting, S.H., M.Kn. menyambut baik kebijakan Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., yang resmi mencabut Surat Keputusan (SK) mandat pengelolaan retribusi di jalan menuju kawasan wisata Air Panas Semangat Gunung–Doulu (Sidebuk-debuk).
Menurut Roy, kebijakan tersebut merupakan langkah yang tepat, bijaksana, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat serta wisatawan. Ia menilai pencabutan retribusi dapat mengakhiri polemik yang selama ini terjadi sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Kabupaten Karo.
Roy Fachraby mengungkapkan bahwa selama ini banyak wisatawan mengeluhkan adanya pengutipan yang dinilai membebani pengunjung, sementara kondisi fasilitas pendukung wisata seperti infrastruktur jalan, kebersihan, toilet, dan aspek keamanan masih perlu ditingkatkan.
“Kebijakan ini patut diapresiasi karena menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kemajuan pariwisata daerah. Saya yakin langkah ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karo,” ujar Roy.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Karo terus melakukan pembenahan fasilitas dan tata kelola destinasi wisata agar manfaat sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, di hadapan wartawan, Senin (15/6/2026), Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., kembali menegaskan bahwa tidak ada lagi pengutipan retribusi di kawasan wisata Air Panas Semangat Gunung–Doulu (Sidebuk-debuk).
“Silakan datang dan berwisata ke Tanah Karo. Tidak ada lagi pengutipan retribusi di kawasan tersebut. Jika masih ada yang melakukan pungutan, segera laporkan kepada petugas dan dokumentasikan sebagai bukti,” tegas Antonius Ginting.
Pencabutan retribusi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan, memperkuat citra positif pariwisata Kabupaten Karo, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor wisata. (Red)

